Nama Lain : Garuda dan Rajawali
Karakteristik Dewasa; Kepala coklat kadru, bagian tengkuk coklat kekuning-kuningan dan selalu terlihat lebih terang dari warna bulu badannya yang lebih tua warnanya. Mahkota coklat kehitaman . disekitar mata berwarna coklat tua kelihatan gelap, lingkaran mata(iris) kuning terang. Paruhnya abu tua sampai hitam. Dahinya abu-abu, Jambul terdiri dari 2-4 bulu panjang 12-14 cm. Jambul di kepalanya jarang ter;ihat ketika posisi dalam keadaan terbang. Bagian leher putih pucat dibatasi kumis dan setrip kumis mesial berwarna hitam. Punggung dan sayap bagian atas coklat gelap dengan garis tepi bulu berwarna bungalan. Ujung sayap primer berwarna hitam, bagian sisi atas ekor coklat tua denga 4 garis lebar coklat. Kaki tertutup bulu hingga tungkai(tarsus) sama seperti genus Spizaetus lainya. Jari kuning denga kuku cakar hitam.
Individu remaja
Kingdom : Animalia
Phyllum : Chordata
Subphyllum : Vertebrata
Class : Aves
Ordo : Falconiformes
Familly : Accipitridae
Genus : Spizaetus
Species : Spizaetus bartelsi Stresemann, 1924
Penyebaran
Di dunia : -
Di Indonesia : Endemik di Pulau Jawa
Distirbusi : Tersebar hampir diseluruh hutan pegunungan di Pulau Jawa. Jawa Barat, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Gunung Sawal, Gunung Simpang, Gunung Tangkuban Perahu, Panaruban, Cagar Alam Takokak Cianjur, dan Gunung Ceremai. Jawa Tengah di Gunung Slamet, Baturaden, Dieng, Gunung Merapi. Jawa Timur data masih minim informasi.
Suara
Suara terdengar sekali atau terulang-ulang dalam dua ulangan ”ii-ii” atau suara siulan ”iiw-iii:”. Kadang-kadang suara ini terdiri dari tiga ulangan ”ii-ii-iiiw” yang terulang dua kali.
Habitat
Mendiami daerah hutan hujan tropis, dari daerah pantai hingga sampai ketinggian 3.000 m dpl. Sangat bergantung pada hutan primer. Tercatat juga menggunakan daerah hutan sekunder dan perkebunan yang berdekatan dengan hutan primer.
Berbiak
Musim berbiak elang jawa hampir sepanjang tahun. Seringkali terjadi pada bulan Pebruari hingga Mei. Sarang berukuran besar yang terdiri dari ranting-ranting kasar yang berdaun. Pohon yang biasa digunakan untuk meletakan sarang adalah Pohon Rasamala, Pasang, Puspa dan Teureup.
Jumlah telur yang dihasilkan adalah 1 butir.
Makanan
Mangsa utamanya adalah mamaila kecil dan binatang pengerat. Memakan tupai dan Bajing, Kelelawar buah, bunglon, luwak, anak monyet, burung dan reptil.
Status Perlindungan
Dilindungi Undang-Undang No. 5 Tahun
1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya, PP 7 dan 8
tahun 1999. ditetapkan sebagai satwa nasional pada era pemerintahan
Soeharto dengan dikeluarkanya Peraturan Pemerintah No. 41/1993 pada
tanggal 10 Januari 1993 karena kemiripanya dengan burung Garuda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar